Dialog dengan Cermin
Assalamu'alaikum wa rohmatullohi Ta'ala wa
barokatuhu
Sahabats....apa yang ada dalam benak anda saat
anda bercermin....tentunya setelah membaca doa
bercermin, mari kita coba berdialog dengan yang
tengah anda pandang dalam pantulan cermin
anda...
" Hey wajah, apakah engkau ini kelak akan
bercahaya bersinar indah di sorga sana ? Atau
malah engkau ini akan hangus legam terbakar
dalam bara jahannam ?"
Lalu,
tatap mata kita, seraya bertanya," Hei mata,
apakah engkau ini yang kelak dapat menatap
penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Alloh
Yang Maha Agung, menatap keindahan sorga,
menatap Rasululloh Sholallohu 'alaihi wa salam,
menatap para Nabi, menatap kekasih kekasih
Alloh kelak ? Ataukah engkau ini yang akan
terbeliak, melotot, menganga, terburai, dan
meleleh ditusuk baja membara ? Akankah engkau
yang seringkali terlibat maksiat ini akan
menyelamatkan ? Wahai mata, apa gerangan
yang kau tatap selama ini...?
Tanyalah mulut kita ini, Apakah mulut ini yang
diakhir hayat nanti dapat menyebut kalimat
thoyibah, Laa ilaaha illallaah ? Ataukah akan
menjadi mulut berbusa yang akan menjulur julur,
menjadi pemakan buah zaqum yang getir
menghanguskan, dan menghancurkan setiap
usus ? Atau menjadi peminum lahar dan nanah
yang panas membara ? Saking terlalu banyaknya
dusta, ghibah, dan fitnah serta orang yang terluka
dengan mulut kita ini...?"
" Wahai mulut, apa gerangan yang kau ucapkan?
Wahai mulut yang malang...betapa banyak dusta
yang engkau ucapkan! Betapa banyak hati hati
yang remuk dengan pisau kata katamu yang
mengiris tajam ! Berapa banyak kata kata manis
semanis madu palsu yang engkau ucapkan untuk
menipu beberapa orang ? Betapa jarangnya
engkau jujur? Betapa jarangnya engkau menyebut
nama Alloh dengan tulus ? Betapa jarangnya
engkau syahdu memohon agar Alloh
mengampunimu...?
Berdialoglah dengan diri ini," Hai... kamu ini anak
sholeh atau anak durjana? Apa saja yang telah
kamu peras dari orang tuamu selama ini ? Tetapi,
apa yang telah engkau berikan kepada keduanya,
selain menyakiti, membebani, dan
menyusahkannya ? Tidak tahukah engkau, betapa
sesungguhnya engkau adalah makhluk yang tidak
tahu membalas budi!."
" Wahai tubuh, apakah engkau kelak akan penuh
cahaya, bersinar, bersuka cita, bercengkerama
disorga sana ? Atau tubuh yang akan tercabik
cabik hancur mendidih didalam lahar jahannam,
yang akan terus terasa tanpa ampun, memikul
derita tiada akhir ?."
"Wahai tubuh, berapa banyak maksiat yang
engkau lakukan? Berapa banyak orang orang yang
engkau zalimi dengan tubuhmu? Berapa banyak
hamba hamba Alloh yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu? Berapa banyak
perindu pertolonganmu yang engkau acuhkan
tanpa peduli padahal engkau mampu? Berapa pula
hak hak yang engkau rampas?."
" Wahai tubuh, seperti apa gerangan isi hatimu?
Apakah tubuhmu sebagus kata katamu atau
malah sekelam kotoran kotoran yang melekat di
tubuhmu? Apakah hatimu segagah ototmu atau
selemah daun daun yang mudah rontok? Apakah
hatimu seindah penampilanmu atau malah
sebusuk kotoran kotoranmu?."
Lalu ingatlah amal amal kita," Hai tubuh apakah
kau ini makhluk mulia atau menjijikkan? Berapa
banyak aib aib nista yang engkau sembunyikan
dibalik penampilanmu ini?."
" Apakah engkau ini dermawan atau si pelit yang
menyebalkan?" Berapa banyak uang yang engkau
nafkahkan dijalan kebenaran? Bandingkanlah
dengan yang engkau gunakan untuk memenuhi
selera rendah hawa nafsumu!."
" Apakah engkau ini shalih atau shalihah seperti
yang engkau tampakkan? Khusyukkah sholatmu?
Dzikirmu, doamu...ikhlaskah engkau melakukan
semua itu? Jujurlah hai tubuh yang malang!
Ataukah engkau ini menjadi makhluk "riya" tukang
pamer?."
Sungguh! Betapa banyak perbedaan antara yang
nampak dicermin dengan apa yang tersembunyi,
betapa aku telah tertipu oleh " topeng "? Betapa
yang kulihat selama ini hanyalah " topeng ",
hanyalah seonggok sampah busuk yang
terbungkus " topeng topeng "duniawi .
Wahai sahabat sahabat sekalian...sesungguhnya
saat bercermin adalah saat yang tepat agar kita
dapat mengenal dan menangisi diri ini.
Semoga kita dikaruniai hati yang istiqomah (
selalu lurus ) diatas kebenaran dan semoga kelak
kita kembali kepada Alloh membawa qalbun
saliim, hati yang selamat. Amin Wallahu'alam bish
showab.
Astaghfirulloohal'adziim Astaghfirulloohal'adziim
Astaghfirulloohal'adziim
Wassalamu'alaikum wa rohmatullohi Ta'ala wa
barokatuhu
Semua Tentang Kita ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar